Tampilkan postingan dengan label Beranda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Beranda. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Februari 2020

Ayo Menanam



Bertempat di Area Model Konservasi Edukasi atau yang lebih dikenal dengan nama AMKE tepatnya di Dusun Ndrasel Desa Oro-Oro Ombo Kecamatan Batu, Kota Batu, hari ini Sabtu 15 Februari 2020 SD Muhammadiyah I Malang diwakili oleh anada Audinna, Cinta, Cantika, Kevin, Erik dan bapak Mujib, bapak sahran serta ibu Hartati ikut tergabung dalam kegiatan menanam 1000 pohon bersama SD Muhammadiyah se kota Malang.

kegiatan yang diinisiasi SD Muhammadiyah 4 Kota Malang ini adalah kegiatan rutin yang dilakukan bersama SD Muhammadiyah, kegiatan ini dirancang sebagai sarana untuk mengenalkan siswa-siswa Muhammadiyah betapa pentingnya menjaga lingkungan demi kelangsungan hidup yang lebih baik. 

Selain itu kegiatan ini juga dirancang untuk mengajarkan kepada siswa bahwa saat ini tumbuhan di sekitar kita sudah mulai berkurang. hal ini dikarenakan lahan yang dulunya hijau telah beralih fungsi menjadi perumahan-perumahan mewah dan tempat wisata buatan. oleh karena itu perlu dan penting untuk diketahui bahwa menanam pohon yang dilakukan oleh siswa adalah sebagai upaya untuk mengembalikan lahan-lahan kosong menjadi kembali hijau dengan harapan pohon-pohon yang ditanam dapat berguna sebagai penghasil oksigen yang baik dan menyerap karbon monoksida yang dihasilkan oleh asap kendaraan. 

Selain sebagai sebagai tempat menyimpan air, penghasil oksigen, menyerap karbon monoksida menanam pohon juga adalah upaya untuk menyelamatkan tempat tinggal satwa, kita ketahui bersama bahwa gundulnya hutan telah menyebabkan perubahan ekosistem hewan satwa, banyak hewan yang kemudian mencari makanan ke rumah-rumah warga tiada lain karena tempat mereka biasanya mencari makanan sudah habis. oleh karena itu, dengan menanam pohon sama dengan menyelamatkan ekosistem satwa.

Sebagai sekolah adiwiyata, SD Muhammadiyah I Malang tentu juga memikirkan agar seluruh warga di SD Muhammadiyah I Malang memiliki pengetahuan dan kepedulian tentang pentingnya menjaga lingkungan tetap indah, bersih dan segar. salah satu upaya tersebut adalah melibatkan siswa dalam kegiatan-kegiatan lingkungan. 

Kamis, 27 Juni 2019

Membangun kelembutan hati melalui karya dan pujian


Literasi merupakan salah satu hal yang sangat penting di setiap Instasi pendidikan, salah satunya adalah di SD Muhammadiyah 1 kota Malang, tujuannya adalah untuk memperkenalkan sekolah serta membuka jaringan dengan dunia luar. Pada acara perpisahan kelas 6 yang dilaksanakan pada tanggal 22 Juni kemarin ada berbagai karya yang telah ditorehkan oleh bapak/ ibu guru serta siswa kelas 6, selain itu ada juga beberapa  penghargaan yang diberikan dari sekolah untuk guru dan beberapa siswa yang berprestasi. Hal ini dibuktikan dengan peluncuran  buku dengan tema “Aku dan Temanku” yang merupakan hasil karya dari siswa kelas 6 dan juga ada penyerahan penghargaan yang diterima siswa-siswi yang berprestasi dalam bidang akademik dan non akedemik  serta ada juga  penghargaan  yang diterima oleh beberapa bapak/ibu guru yang sudah menghasilkan sebuah karya yang berupa tulisan sebagai “Guru penggerak Motivasi Literasi”.

Dalam penerimaan penghargaan atas karya yang telah dihasilkan ini perlu diingat bahwa dalam setiap karya tidak akan luput dari setiap pujian dan kekaguman dari berbagai pihak. MendapatÄ·an  pujian merupakan momen yang sangat baik bagi kita untuk selalu mengingat Allah agar terhindar dari sifat membanggakan diri sendiri serta untuk membangun kelembutan hati,  bahkan kita selalu diajarkan jika tidak ada pujian yang berarti selain dari Allah. Karena Allah berfirman dalam Q.S An Najm:32 yang artinya, “ Janganlah kalian memuji-muji diri kalian sendiri, karena Dialah yang paling tahu siapa yang bertaqwa.” Selain itu ada sebuah doa  yang  diriwayatkan dari sahabat nabi saat beliau dipuji. Doa tefsebut adalah “Allahumma laa tu aakhidzni bimaa yaquuluun waghfirli maa laa ya’lamuun waj’alni khoiron mimma yadhunuun.” Yang artinya,” Ya Allah, jangan engkau menghukumku disebabkan pujian yang dia ucapkan. Ampunilah aku atas kekurangan yang tidak mereka ketahui. Dan jadikan aku lebih baik daripada penilaian yang mereka berikan untukku.” (riwayat Bukhari dalam adabul mufrad (no. 76)). 

Setelah mengetahui doa tersebut mari kita selalu mengamalkan doa ini agar terhindar dari potensi ujub atau membanggakan diri sendiri.

Semoga dengan setiap huruf yang merangkai tulisan ini  dicatat sebagai  amal shaleh yang bermanfaat,  memberi taufik pada setiap pembaca budiman untuk mengamalkan kebaikan yang didapati. Aamiin
Wallaahu a’alam bis shawwab

By:Angga 

Selasa, 25 Juni 2019

Gebyar Literasi di Acara Pelepasan Angkatan 86 SD MUTU KAWI

Literasi menjadi salah satu budaya penting di sekolah sebagai sarana perkembangan wawasan dan kreatifitas peserta didik. Sekolah Dasar Muhammadiyah 1 Malang menjadi salah satu sekolah yang sangat memperhatikan literasi peserta didik. Hal itu terlihat dari acara pelepasan siswa-siswi angkatan ke 86 yang dijadikan ajang gebyar literasi sebagai usaha sekolah memotivasi semua orang agar tergerak mengembangkan literasi.

Salah satu kejutan literasi yang terjadi di acara pelepasan siswa-siswi ini adalah adanya penghargaan bagi guru. Setelah siswa-siswi dengan prestasi nilai terbaik selama ujian mendapat penghargaan, acara dilanjutkan dengan adanya pengumuman penghargaan terhadap guru. Ada 6 guru yang diminta maju ke atas panggung untuk menerima penghargaan sebagai guru penggerak motivasi literasi.

Penggerak motivasi literasi yang dimaksud dalam penghargaan ini adalah, guru-guru yang sudah menulis artikel tentang sekolah sebagai bahan pengisi web resmi SD Muhammadiyah 1 Malang. Penghargaan ini diberikan agar memotivasi bapak/ibu guru yang lain untuk berani menyalurkan tulisan-tulisan inspiratif mereka, sehingga kedepannya web sekolah bisa terisi dengan berbagai macam artikel sekolah yang informatif, inovatif dan inspiratif.

Selain penghargaan guru penggerak motivasi literasi, ada satu kejutan lagi yang menjadi puncak gebyar literasi di acara pelepasan angkatan 86 SD MUTU Kawi, yaitu peluncuran buku berjudul "Aku dan Temanku". Buku ini menjadi kejutan yang sangat berharga bagi siswa-siswi yang akan melanjutkan pendidikan ke tingkat selanjutnya, karena di dalam buku ini berisi tulisan-tulisan asli peserta didik tentang pengalaman pribadi mereka selama menempuh pendidikan di Sekolah Dasar Muhammadiyah 1 Malang tercinta. Berkat buku ini kenangan yang awalnya hanya bisa mereka ingat lewat pikiran bisa mereka baca berulang-ulang.

Semoga dengan adanya penghargaan guru penggerak motivasi literasi dan buku antalogi siswa-siswi menjadi motivasi meningkatnya budaya literasi di SD Muhammadiyah 1 Malang.
"Luaskanlah Pengetahuanmu dengan Membaca dan Ikatlah Pengetahuanmu dengan Tulisan."

By : Ayi Yulianisa, S.Pd

Minggu, 21 April 2019

...Tips Sukses Ujian...



Siapa pun yang terlibat dalam dunia pendidikan, mau tidak mau pasti melalui tahap ujian sebagai penentu kelulusan dan uji kemampuan bahwa mereka benar-benar sudah mampu untuk berpindah ke jenjang lebih tinggi.
Setiap tahun UN (Ujian Nasional) menjadi topik hangat yang tidak habis untuk menjadi pembicaraan. Dari tahun ke tahun permasalahan UN selalu memberikan warna “Tekanan” yang tidak hanya dirasakan oleh peserta ujian tapi juga oleh guru dan lembaga sekolah itu sendiri. Jika peserta khawatir/takut tidak lulus para guru dan lembaga sekolah pun memiliki ketakutan sendiri akan mendapat image yang tidak baik dari masyarakat karena tidak mampu meluluskan siswa-siswinya atau mungkin lulus tapi dengan nilai kurang.
Ketakutan-ketakutan seperti ini kemudian mendorong sekolah melakukan hal-hal yang menurut mereka dapat menunjang keberhasilan para siswanya dalam menempuh ujian. Hal seperti ini baik jika yang dilakukan adalah kegiatan yang menunjang kemampuan siswa dan kesiapan mental untuk mengikuti ujian. Namun, akan berbeda jika yang dilakukan adalah hal-hal yang jauh bertentangan dengan kesiapan siswa seperti mendatangi kuburan, istighozah massal, ke dukun, minum air yang sudah diberi mantra, menuliskan mantra pada pensil ujian dan lain sebagainya. Harus dipahami langkah-langkah seperti ini tidak akan memberi efek apapun jika peserta ujian sendiri tidak memotivasi dirinya untuk belajar dan mengasa mentalnya.
Oleh karena itu, menurutQ nih sobat hal yang sangat dibutuhkan dalam ujian tanpa perlu mengikuti seremonial-seremonial seperti di atas adalah:
1.    Tingkatkan Belajarnya
Sobat percaya tidak kalau kelebihan anak-anak Indonesia adalah meningkatkan belajarnya ketika akan ujian. Dan bersantai ria selama masa ujian masih jauh. Sadar atau tidak semangat belajar kita masih sangat rendah, hingga saat ini sebagian besar dari kita masih belajar hanya ketika berada di lingkungan sekolah dan les-lesan tapi di luar itu kita lebih asyik dengan dunia yang tidak menunjang pendidikan kita. Gimana betul tidak sobat???

Padahal jika belajar menjadi budaya kita di sekolah, les-lesan dan menggunakan waktu luang untuk belajar maka ujian tidak akan menjadi momok yang menakutkan. Mengapa, karena ketika ujian sudah datang kita tinggal mengulang dan memperdalam pelajaran-pelajaran yang sudah kita pelajari tidak perlu mengulang dari NOL. Gimana????
Pahamilah sobat ....Kunci belajar adalah bukan mendapat nilai tapi mencari ilmu

Mengapa mencari ilmu, karena ketika ilmu yang kita miliki maka kepastian nilai pun akan mengikuti dengan baik, sebaliknya berbeda jika yang kita kejar hanya nilai maka dapat dipastikan nilai itu hanya akan tertuang di raport atau ijazah namun tidak akan menambah apapun dalam perjalanan kehidupan kita di dunia yang sebenarnya. Selepas nilai didapat maka ilmu yang dipelajari sesaat itu pun akan sirna bahkan mungkin tanpa bekas.

2.    Doa
Do’a adalah hal paling penting dalam hidup kita, tapi banyak diantra kita yang lalai memanfaatkannya dengan baik, doa adalah senjata utama kita namun banyak yang tidak menggunakannya sebagai senjata. Bagi kita yang penting belajar serius padahal perlu sobat pahami bahwa belajar tanpa doa adalah kesombongan dan doa tanpa usaha belajar adalah kepasrahan yang tidak berguna. Oleh karena itu, selain harus meningkatkan gairah belajar juga harus meningkatkan doa bentuk kepasrahan kita sebagai makhluk lemah yang membutuhkan pertolongan dari sang pemilik segala sesuatu.

3.    Konsentrasi
Setelah belajar dan doa selanjutnya saat berhadapan dengan soal konsetrasilah penentunya. Banyak peserta ujian yang gagal hanya karena kecerobohaan dalam menjawab soal, jangan karena merasa pelajaranya mudah sehingga melupakan konsentrasi. Pahamilah  keberhasilan seseorang dalam ujian selain IQ juga sangat ditentukan sejauhmana tingkat konsentrasinya ketika ujian.
Banyak diantara kita yang karena tidak terbiasa dengan membaca akhirnya malas ketika berhadapan dengan soal yang memuat uraian akibatnya soal terkadang tidak terbaca dan tidak terpahami dengan baik, akhirnya jawaban pun menjadi jawaban asal pilih yang penting terjawab. Jika hal ini tidak dihindari maka dapat dipastikan jawaban yang diberikan tidak akan memberikan hasil nilai yang maksimal tapi justru penyesalan di akhir.

4.    Mental
Kegagalan lain yang terkadang terdepan dalam menjatuhkan seseorang dalam ujian adalah karena lemahnya mental yang dimilikinya. Oleh karena itu, bagi setiap peserta ujian kuatkan mentalmu dulu yah...

5.    Jangan lupakan guru-guru kita
Terakhir dan sangat penting nih datangi guru-gurumu yang TK bagi yang SD, SD bagi yang SMP, SMP bagi yang SMA sederajat. Doa mereka akan memberikan kemudahan bagi ujian kalian ....
MENCONTEK BAIK UNTUK SESAAT, TAPI KETIKA BERKOMPETISI DENGAN YANG 

LAIN HASILNYA PASTI NIHIL
SO
G’ USAH NYONT3K Y@H...

Selasa, 26 Februari 2019

Juara Lagi


Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa SD Muhammadiyah I Malang, kali ini dari cabang sepak bola futsal yang berhasil menempatkan namanya di urutan kedua (juara 2) dalam ajang Macofest 2019 yang diadakan oleh SMP Muhammadiyah Tlogomas.
semoga ke depan prestasi-prestasi siswa SD Mutu Kawi semakin berjaya dan terus membanggakan

UPDATE

Komite Sekolah adalah badan mandiri yang mewadahi peran serta masyarakat dalam rangka meningkatkan mutu, pemerataan, dan efisiensi pengelolaan pendidikan di satuan pendidikan, baik pada pendidikan pra sekolah, jalur pendidikan sekolah maupun jalur pendidikan di luar sekolah (Kepmendiknas nomor: 044/U/2002).

Penjelasan peran komite sekolah di atas memberikan pemahaman akan pentingnya peran komite dalam mensukseskan program-program yang telah direncanakan oleh sebuah lembaga pendidikan, menyadari peran penting tersebut SD Muhammadiyah I Malang pun tidak pernah lepas untuk melibatkan orang tua yang diwadahi dalam komite pada proses merencanakan program-program kegiatan sebagai bagian dari pengembangan sekolah dan peserta didik di luar program yang telah ditetapkan oleh pemerintah lewat UUD.

Alhamdulillah pada periode ini 2019-2022 pengurus komite baru telah terbentuk dengan ketua bapak dr. I Ketut wali kelas dari ananda Rashad kelas 1 C


Serah Terima dari Bapak Sutiaji selaku ketua Komite periode 2015 - 2019 kepada Bapak dr. I Ketut selaku Ketua Komite Periode 2019-2022

Info Terbaru

Update

“MORE ADVANCE” SD MUTU KAWI SUKSES DIGELAR

  MILAD – Hampir setiap manusia merayakan hari jadinya dengan suka cita, tak terkecuali dengan sebuah instansi pendidikan, yang mana mereka ...